Sri Langka Temukan Bom Yang Bisa Ledakan Satu Kota

Kolombo,ImagePasukan keamanan Sri Lanka hari Senin (14/05) menyatakan telah menemukan sejumlah besar senjata yang disembunyikan oleh separatis Macan Tamil sebelum mereka ditumpas tiga tahun lalu, termasuk bom yang cukup “untuk meledakkan satu kota”.

Polisi dan tentara menemukan 6.250 kilogram bom plastik yang dipendam di sebuah daerah hutan tempat gerilyawan Tamil melakukan perlawanan terakhir, kata juru bicara kepolisian Ajith Rohana.

“Ini merupakan penemuan terbesar bom (yang pernah tercatat),” katanya.

“Bom-bom itu, yang dikemas dengan rapi dalam kantung-kantung kecil, dipendam di dekat sebuah bunker yang digunakan oleh LTTE (Macan Pembebasan Tamil Eelam),” tambahnya.

Gerilyawan mungkin menyembunyikan bom itu untuk digunakan melawan pasukan pemerintah pada tahap-tahap akhir perang pada Mei 2009, kata Rohana, dengan menambahkan bahwa mungkin masih ada lagi yang disembunyikan di daerah itu.

Seorang pejabat senior yang tidak bersedia disebutkan namanya mengatakan, persenjataan itu ditemukan setelah ada petunjuk dari warga sipil.

“Jumlah bom ini cukup untuk meledakkan satu kota secara keseluruhan dan kami terkejut jumlah sebesar itu disimpan di satu tempat,” kata pejabat itu kepada AFP.

Pencarian dilakukan Minggu (13/05) di kawasan hutan bakau Nandikadal dimana pemimpin Macan Tamil Velupillai Prabhakaran dilaporkan dibunuh oleh pasukan pemerintah pada 18 Mei 2009, dan di daerah berdekatan Puthukkudiriruppu, kata polisi.

Penemuan itu mencakup amunisi untuk senapan serang otomatis, granat, bom mortir dan ranjau darat.

Pasukan Sri Lanka meluncurkan ofensif besar-besaran untuk menumpas kelompok pemberontak LTTE pada 2009 yang mengakhiri perang etnik hampir empat dasawarsa di negara tersebut.

Namun, kemenangan pasukan Sri Lanka atas LTTE menyulut tuduhan-tuduhan luas mengenai pelanggaran hak asasi manusia.

Pada September, Amnesti Internasional yang berkantor di London mengutip keterangan saksi mata dan pekerja bantuan yang mengatakan, sedikitnya 10.000 orang sipil tewas dalam tahap final ofensif militer terhadap gerilyawan Macan Tamil pada Mei 2009.

Pada April 2011, laporan panel yang dibentuk Sekretaris Jendral PBB Ban Ki-moon mencatat tuduhan-tuduhan kejahatan perang yang dilakukan kedua pihak.

Sri Lanka mengecam laporan komisi PBB itu sebagai “tidak masuk akal” dan mengatakan, laporan itu berat sebelah dan bergantung pada bukti subyektif dari sumber tanpa nama.

Sri Lanka menolak seruan internasional bagi penyelidikan kejahatan perang dan menekankan bahwa tidak ada warga sipil yang menjadi sasaran pasukan pemerintah. Namun, kelompok-kelompok HAM menyatakan, lebih dari 40.000 warga sipil mungkin tewas akibat aksi kedua pihak yang berperang.

Pemerintah Sri Lanka pada 18 Mei 2009 mengumumkan berakhirnya konflik puluhan tahun dengan Macan Tamil setelah pasukan menumpas sisa-sisa kekuatan pemberontak tersebut dan membunuh pemimpin mereka, Velupillai Prabhakaran.

Pernyataan Kolombo itu menandai berakhirnya salah satu konflik etnik paling lama dan brutal di Asia yang menewaskan puluhan ribu orang dalam berbagai pertempuran, serangan bunuh diri, pemboman dan pembunuhan.

Macan Pembebasan Tamil Eelam (LTTE) juga telah mengakui bahwa Velupillai Prabhakaran tewas dalam serangan pasukan pemerintah Sri Lanka.

Pertempuran antara pasukan pemerintah dan pemberontak LTTE meningkat sejak pemerintah secara resmi menarik diri dari gencatan senjata enam tahun pada Januari 2008.

Pembuktian independen mengenai klaim-klaim jumlah korban mustahil dilakukan karena pemerintah Kolombo melarang wartawan pergi ke zona-zona pertempuran.

PBB memperkirakan, lebih dari 100.000 orang tewas dalam konflik separatis Tamil setelah pemberontak Macan Tamil muncul pada 1972.

Sekitar 15.000 pemberontak Tamil memerangi pemerintah Sri Lanka dalam konflik etnik itu dalam upaya mendirikan sebuah negara Tamil merdeka.

Masyarakat Tamil mencapai sekitar 18 persen dari penduduk Sri Lanka yang berjumlah 19,2 juta orang dan mereka terpusat di provinsi-provinsi utara dan timur yang dikuasai pemberontak. Mayoritas penduduk Sri Lanka adalah warga Sinhala.(faktapos)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s