Penindakan Atas Kekerasan Agama Lemah

ImageJAKARTA – Ketua Setara Institute Hendardi mengatakan, polisi sebagai garda terdepan dalam penegakkan hukum harus bertindak tegas dalam masalah kekerasan.

“Kekerasan mesti ditindak oleh polisi sebagai garda depan dalam penegakkan hukum,” ujarnya Menurut Hendardi, kekerasan atas nama agama yang ditindak selama ini hanya baru dua kasus. “Kasus Monas dan Ciketing. Sebelumnya, itu hampir tidak ada, padahal masih ada ratusan lagi,” ungkapnya.

Hendardi menyebutkan banyak faktor untuk melakukan tindakan pada kasus seperti ini. “Banyak faktor, tidak hanya skil aparat penegak hukum. Kalau skil, masalah ini kan berulang-ulang dan polanya hampir sama. Jadi saya kira ini adalah kemauan politik,” tegasnya.

Dia menambahkan untuk kasus di daerah dikarenakan ketidakmauan dari aparat hukum setempat atau pemda dalam menuntaskan kasus kekerasan atas nama agama. “Mereka berkepentingan dalam dukungannya. Banyak kepentingan-kepentingannyalah,” jelasnya.

Selanjutnya, sambung dia, aparat penegak hukum jangan bergantung pada pengaruh politik. Namun harus bekerja sesuai dengan tindakan hukum.

Sebab itu, untuk saat ini Kapolri belum bisa dinilai kinerjanya. “Masalah kekerasan ini mempertegas keraguan bahwa Kapolri baru waktu diangkat saja ada keraguan kepada dia. Keraguan terhadap prestasinya. Sekarang sekian bulan, saya belum dengar prestasi apapun, tidak hanya kekerasan dalam bidang agama, tapi apapun belum ada,” ucapnya.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s