Pemain Bola Pun Berjihad

ImageSiapa pun tahu, bermain sepak bola sangat menguras energi. Namun bagi setiap muslim, Ramadhan adalah bulan wajib puasa. Di sisi lain, sepak bola bagi aktor lapangan hijau profesional adalah nafas hidup yang tak bisa ditinggalkan.
Dan kini pemain-pemain yang tergabung di tim nasional (timnas) sepak bola Indonesia –yang mayoritas muslim— mesti berlatih keras sambil berpuasa untuk persiapan kualifikasi Pra Piala Dunia 2014 putaran ketiga. Indonesia berada 1 grup dengan Iran, Qatar, dan Bahrain.

Para pemain digenjot latihan pada sore dan malam hari. Bahkan menurut rencana, para pemain akan digembleng di pantai Cilegon Banten agar bisa beradaptasi dengan cuaca negara-negara timur tengah yang relatif panas sekaligus meningkatkan ketahanan stamina .

Di samping latihan, di bulan Ramadhan ini, para pemain juga direncanakan harus menjalani beberapa laga uji coba melawan tim-tim asing untuk untuk mematangkan skema permainan.

Menghadapi situasi demikian, Ahmad Bustomi, gelandang jangkar timnas, seperti dilansir Harian Republika, 02/08/2011, mengatakan, “Ramadhan tidak akan mengganggu. Malah memberi semangat. Dengan persiapan matang dan keseriusan berlatih, kita yakin hasilnya akan maksimal. Man jadda wajada (siapa yang bersungguh-sungguh maka akan berhasil).”

Lebaran kali ini pun para pemain Timnas dipastikan tidak bisa merayakannya bersama keluarga besar di kediaman. Pasalnya, pertandingan pertama akan digelar di Iran pada 02 September 2011 alias tanggal 2 atau 3 syawal 1413 Hijriah, tergantung idul fitri diputuskan jatuh pada 30 Agustus atau 1 September. Namun pastinya, akhir Ramadhan ini, para pemain akan bertolak menuju daratan Persia.

“Ini menjadi jihad kami bagi bangsa dan negara. Saya kira hal itu bukan menjadi kendala. Sudah konsekuensi bagi setiap pemain untuk mengorbankan kepentingannya bagi negara. Insya Allah kita akan melakukan yang terbaik bagi bangsa dan negara,” tandas Bustomi yang lahir di Jombang Jawa Timur 26 tahun silam.

Ternyata bukan hanya para pemain timnas Indonesia yang mesti berjuang menahan lapar dan haus sembari tetap “menari” di lapangan hijau. Sejumlah pemain timnas Nigeria U-20 yang sedang bertanding di Piala Dunia Usia 20 di Kolombia tetap melaksanakan ibadah puasa Ramadhan.

Seperti dikutip situs bola.net dari Kick Off Nigeria, beberapa pemain Nigeria yang berpuasa adalah Ahmed Musa, kapten tim Ramon Azeez, penyerang Abduljaleel Ajagun, serta bek Ganiyu Ogungbe.

Musa dan Ajagun adalah dua pemain inti Nigeria dan mencetak gol pada laga pembuka tim berjuluk Super Eagles saat mengalahkan Guatemala 5-0 pada Minggu, 31/07/2011. Kendati demikian, keputusan mereka untuk berpuasa tak mengganggu persiapan tim karena saat latihan mereka menunjukkan performa prima.

Nigeria masih akan menjalani 2 pertandingan lagi di babak penyisihan, yang semuanya digelar malam hari atau sekitar dua jam setelah waktu berbuka puasa.

Dan jika mampu melewati babak penyisihan, para pemain muslim Nigeria akan diuji lagi ketangguhan fisik dan batinnya untuk menghadapi laga-laga penting demi memerebutkan tropi piala dunia sepak bola U-20 tahun.

Ya, momentum ramadhan ternyata bisa menjadi ajang jihad bagi para olahragawan. Mereka berjibaku berpeluh keringat demi mengharumkan nama bangsa di kancah internasional, sembari berjuang keras meneguhkan identitas diri sebagai hamba Allah yang taat menunaikan kewajiban agama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s