Teroris Solo Sempat Latihan Militer di Gunung Merbabu

ImageTerduga teroris Solo, Farhan (19) dan Mukhsin (19) sempat, menjalani pelatihan militer di kawasan Gunung Merbabu, Boyolali, Jawa Tengah. Pelatihan tersebut telah dipersiapkan untuk melakukan tiga aksi teror yang terjadi di Solo selama bulan Agustus 2012.

“Pelatihan juga dilakukan di Merbabu, Boyolali, Surakarta. Itu tempat mereka mempersiapkan diri untuk melakukan aksi ini,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar, Selasa (4/9/2012).

Boy menjelaskan, pelatihan tersebut dilakukan sebelum bulan Ramadhan. Informasi tersebut diketahui berdasarkan kesaksian terduga teroris Bayu (24) yang berhasil ditangkap, Jumat (31/8/2012) malam.

“Diperkirakan sebelum bulan Juni, Sebelum ramadan. Sebulan atau dua bulan sebelum Ramadhan,” lanjut Boy.

Menurut Boy, selain kelompok Farhan, beberapa lainnya diduga melakukan pelatihan di kawasan gunung Merbabu tersebut. Polisi masih melakukan penyelidikan.

“Ada beberapa, selain mereka ini ada beberapa, yang masih trus kita intensifkan,” terang Boy.

Pihak kepolisian juga masih menyelidiki sumber pendanaan untuk melakukan aksi terorisme di Solo.

Seperti diberitakan, Farhan dan Mukhsin tewas dalam baku tembak dengan tim Detasemen Khusus 88 Antiteror di Jalan Veteran, Solo. Satu anggota Densus 88 gugur saat melakukan tugas yakni Briptu Suherman.

Pada hari yang sama, Jumat (31/8/2012) malam, kepolisian juga menangkap terduga teroris bernama Bayu di Karanganyar, Jawa Tengah. Bayu masih menjalani pemeriksaan.

Farhan, Mukhsin, dan Bayu diduga kuat bertanggung jawab dalam tiga aksi penyerangan terhadap pos pengamanan dan pos polisi di Solo selama bulan Agustus 2012. Pertama, aksi penembakan di Pospam Simpang Gemblengan, Jumat (17/8/2012). Kedua, di Bundaran Gladak, Jalan Jenderal Sudirman, Sabtu (18/8/2012). Pada kejadian tersebut, dua polisi terluka.

Aksi berikutnya terjadi di Pos Polisi Singosaren, Jalan Rajiman Serengan, Solo, Kamis (30/8/2012), yang menewaskan seorang anggota kepolisian Bripka Dwi Data Subekti. Sejauh ini, motif pelaku adalah balas dendam terhadap aparat kepolisian. Alasannya, karena kepolisian telah menangkap dan menahan para pelaku teror lainnya. Mereka menginginkan polisi membebaskan seluruh tahanan teroris itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s