Terorisme Bukan Hanya Masalah Keamanan, Namun Kemanusiaan

ImageTerorisme merupakan kejahatan yang tidak mengenal ruang dan waktu. Kejahatan kemanusiaan yang tidak mengenal agama dan etnis. Seperti kasus bom di Indonesia, dalam kasus ini tidak hanya melibatkan warga negara Indonesia saja, melainkan juga warga negara asing.

Karena saking peliknya persoalan terorisme ini, maka langkah-langkah yang harus dilakukan ke depan dalam menangani persoalan tersebut tentu tidak hanya dalam konsteks lokal sebuah negara, namun harus lintas negara. Secara internasional, pemerintah Indonesia sudah melakukan kerja sama dengan negara-negara lain dalam rangka penegakan hukum melalui Interpol. Namun seharusnya perlu juga memaksimalkan segala potensi yang ada, seperti civil society yang mempunyai jaringan internasional. Hal ini disamaikan Eko Prasetyo, Direktur Program Pusham (Pusat Studi Hak Asasi Manusia) UII pada Lazuardi Birru.

Menurut dia, civil society yang mempunyai jaringan internasional juga harus terlibat diruang ini. Sehingga apa yang terjadi di banyak tempat itu bukan semata-mata tugas Interpol atau penegak hukum semata. “Civil society yang mempunyai jaringan internasional yang kuat bisa mengangkat persoalan ini menjadi persoalan kemanusiaan yang lebih besar,” kata dia.

Selama ini, Eko menilai, peran civil society ditingkatan internasional kurang maksimal. Penanganan terorisme secara internasional cenderung represif karena hanya melibatkan Interpol. Semestinya, lanjut Eko, lembaga civil society menjadikan isu ini sama dengan isu lingkungan, semua orang bekerja karena ini merupakan problem kemanusiaan yang besar.

“Penangannya bukan hanya lokal saja, tapi global. Semua orang terlibat untuk menuju komitmen ke sana dengan arah penyelesaian yang lebih baru,” kata Eko.

Alumni Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia ini, menilai penanganan terorisme secara internasional saat ini buruk karena hanya mengedepankan upaya represif tanpa mempertimbangkan upaya preventif dan penyelesaian secara komprehensif.

“ini karena yang bekerja hanya Interpol dan aparat keamanan setempat saja, tapi kalau civil society terlibat, gerakan yang punya jaringan internasional terlibat, saya rasa akan ada upaya-upaya dialog yang lebih baik,” kata pria yang menghabiskan waktunya untuk menulis di penerbit Resist Book ini.

“Marilah kita pandang terorisme bukan hanya persoalan keamanan saja, tapi juga persoalan kemanusiaan,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s