Gubernur Sulteng: Poso Bukan Sarang Teroris

ImageGubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Longki Djanggola, menolak jika Poso disebut sebagai sarang teroris. Menurut Longki, tempat tumbuhnya teroris bisa terjadi di mana saja dan menyangkut masalah ideologi.

“Yang ada teror

Longki mengaku telah bekerjasama dengan aparat hukum untuk melakukan pemberantasan terorisme di wilayahnya.is bisa ada di mana saja tidak hanya di Poso. Di Solo, Jakarta juga ada,” ujar Longki di Jakarta.

Sejak Oktober-November 2012, Poso beberapa kali diguncang teror dalam bentuk penembakan oleh kelompok misterius terhadap sipil, pembunuhan 2 anggota kepolisian, dan ledakan bom rakitan. Selain itu polisi juga berhasil menangkap 9 terduga teroris, 2 di antaranya tewas karena melakukan perlawanan.

Sementara Pada Rabu, (7/11/2012), Satgas Penegakan Hukum menemukan lahan seluas 2 hektare di wilayah Tamanjeka, Desa Masani, Poso, Sulteng, yang diduga dijadikan tempat pelatihan kelompok teroris. Namun petugas tidak menemukan seorang pun pelaku teror yang berlatih di kawasan tersebut dan hanya menemukan peralatan yang diduga sebagai alat pelatihan.

“Kemungkinan mereka sengaja meninggalkan barang-barang tersebut agar saat razia dari petugas mereka tidak kena. Di lokasi juga ada pohon yang bertuliskan Al Jihad,” kata Karopenmas Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar Rabu (7/11/2012).

Di lokasi tersebut, petugas menemukan pondokan dengan beberapa lubang di tanah yang diduga dijadikan sebagai tempat persembunyian. Selain itu ditemukan juga senjata api rakitan, 5 butir amunisi, 4 kapak, 5 pisau, kabel, baterai, adaptor dan papan tulis. Barang bukti itu kini diamankan di posko yang dibangun Satgas di Tamanjeka.

Barang tersebut, imbuh Boy, diduga kuat dimiliki mereka yang akan melakukan kegiatan teroris. “Patut diduga juga mereka berpindah tempat karena mereka sudah tidak nyaman lagi di sana. Apalagi di antaranya sudah dilakukan penangkapan oleh petugas,” ungkap Boy.

Tanah yang diduga menjadi kawasan pelatihan teror itu diketahui milik seorang warga yang biasa disapa Haji Sabir. Polisi masih melakukan pendalaman terkait kesaksian dari pemilik lahan. Polisi tidak menahan Sabir.

“Tapi apabila terbukti memfasilitasi tentu sanksinya cukup berat. Karena dituduh membantu kegiatan teror,” tegas Boy.

Mengenai temuan dua bom berdaya ledak tinggi yang dipasang di kawasan Gunung Biru, polisi masih terus menelusuri hingga saat ini dan belum mendapatkan lahan pelatihan teroris seperti yang ada di Tamanjeka.

“Sementara kita menduga ada upaya cooling down dari mereka (kelompok teror). Namun begitu, diharapkan masyarakat agar tetap wasapada,” imbau Boy.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s