Fatayat Ajak Pemuda Bendung Radikalisme

ImageFatayat Nahdlatul Ulama (NU) mengajak para pemuda untuk membendung radikalisme. Organisasi pemuda perempuan di bawah NU ini juga mengajak kaum muda untuk menjadi patriot bangsa dan pemeluk agama yang berakhlak mulia.

“Usia muda adalah masa mencari jati diri dan semangat membara. Maka jangan sampai potensi besar itu dimanfaatkan kaum radikal yang mengajarkan terorisme,” ujar Ketua Umum Pengurus Pusat Fatayat NU, Muzaenah Zein, dalam Workshop “Peran Pemuda dalam Menanggulangi Radikalisme Agama Demi Keutuhan NKRI” di Semarang Jateng, seperti dilansir LensaIndonesia.com.

Selain itu ia juga meminta kepada para ibu untuk memberi perhatian lebih pada anak-anaknya agar tidak terperosok dalam pemahaman yang salah atau pergaulan yang keliru.

“Kami mengajak kaum muda untuk mewaspadai radikalisme. Anggota Fatayat yang mayoritas ibu-ibu muda kami tekankan agar memberi perhatian pada anak-anak dan atau muridnya agar tidak terjerumus dalam pemahaman salah atau pergaulan yang keliru,” pinta Muzaenah.

Seruan itu dibenarkan oleh pengamat politik dari Universitas Diponegoro Semarang, Mochamad Yulianto. Menurutnya, kaum muda termasuk mahasiswa adalah pihak yang patut mendapat perhatian lebih.

“Kelompok teroris atau fundamentalis sering menjadikan mahasiwa sebagai sasaran empuk perekrutan anggota. Sebab mahasiswa umumnya dari orang yang ekonominya mampu, mudah ditanami ideologi baru, serta jauh dari kontrol orang tua,” ujarnya.

Karena itu, perguruan tinggi harus mewaspadai dosen dan mahasiswa agar tidak terjerumus dalam organisasi atau jamaah berpaham radikal.

Sementara Ketua Umum Pengurus Wilayah Fatayat NU Jateng Khizanaturrohmah menyerukan agar segenap pengurus organisasi di bawah NU untuk menjadi benteng terdepan dalam menghalau setiap gerakan Islam radikal.

Ia yakin, segenap warga NU tidak rela jika Indonesia dirusak oleh terorisme yang bersumber dari radikalisme. Yaitu gerakan merusak negara, menganiaya rakyat dan sekaligus menghancurkan agama. Khususnya Islam yang dicoreng oleh gerakan terorisme.

Pembicara lainnya, Dr. Abu Hafsin Umar, Ketua Forum Kerukunan Umat Beriman (FKUB) Jateng menerangkan bahwa kaum radikal yang ada di Indonesia dan negara lain adalah kelompok neo khawarij.

“Mereka suka memusuhi, rela menuding kafir dan tega membunuh orang muslim di luar kelompok mereka. Cirinya, merasa dirinya suci dan mengambil ayat-ayat Alquran yang sejatinya untuk kaum kafir, namun diterapkan untuk menghukumi orang beriman. Sehingga wataknya selalu jahat dan menebar kejahatan,” terangnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s