Deradikalisasi Harus Libatkan Komunitas Masjid

ImageSalah satu ranah yang menjadi target kalangan radikalis dan teroris untuk menyebarkan propagandanya adalah masjid. Sudah banyak contoh kasus di mana masjid dimanfaatkan untuk mendisseminasikan gagasan radikalisme dan terorisme. Sebagai tempat peribadahan umat muslim, tentu hal ini sangat memalukan dan tak bisa dibiarkan.

Sejatinya kebanyakan masjid di Indonesia berkarakter moderat. Ormas-ormas Islam seperti Muhammadiyah dan NU biasanya berada di belakang eksistensi masjid-masjid. Terjadinya disseminasi radikalisme dan terorisme di masjid-masjid mengindikasikan adanya pengambil-alihan otoritas keagamaan. Dengan kata lain dalam hal ini muslim moderat telah kecolongan.

Untuk itu menurut Abdul Manan A Ghani, Ketua Pengurus Pusat Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTM-NU), masjid harus dilibatkan dalam upaya deradikalisasi dan deterorisasi. Jangan karena dianggap menyebarkan ideologi horor, kemudian masjid justru dijauhi.

Abdul Manan A Ghani menambahkan bahwa komunitas masjid sangat berpotensi besar untuk meredam gerak radikalisme dan terorisme. Karena menurutnya komunitas masjid memiliki jaringan yang kuat dan luas.

“Dengan masjid kita bisa membangun komunitas yang lebih kuat, jaringan yang lebih luas, itu semua bisa memastikan orang-orang tidak bersikap radikal dan tidak menyimpang, jadi komunitas masjid bisa berbuat lebih banyak untuk mencegah radikalisme daripada penegak hukum,” ungkap Abdul Manan. 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s