Kekerasan Harus Lekas Dicegah

ImageAksi terorisme jauh berbeda dengan tawuran pelajar, kerusuhan masal, ataupun konflik komunal. Pun tak sama dengan teror personal lantaran dendam dan kebencian pribadi. Tidak sama pula dengan tindakan vigilantisme seperti yang dilakukan oleh beberapa Ormas keagamaan saat melakukan razia dan perusakan atas nama amar ma’ruf nahi munkar. Aksi terorisme dilatari dan mencari justifikasi dari teks suci agama.

Namun benih terorisme diidap oleh banyak orang saat dengan mudahnya mereka melakukan kekerasan terhadap sesama. Pasalnya, dalam tindakan itu ada intoleransi, kebengisan, dan antiperbedaan. Karena itu setiap aksi kekerasan dalam masyarakat mestinya dicegah sedini mungkin. Inilah fungsi Negara untuk menjaga ketertiban dan keamanan rakyatnya.

Pandangan ini dikemukakan oleh Rektor IAIN Sunan Ampel, Prof. Dr. Abdul A’la kepada Lazuardi Birru. “Negara kerap membiarkan kekerasan di masyarakat. Ada kelompok tertentu yang bukan kelompok teror namun kerap berulah dibiarkan oleh Negara, hingga seolah menjadi negara dalam Negara,“ ujarnya kepada Lazuardi Birru.

Menurut dia, setiap aksi kekerasan massa menyimpan benih terorisme, maka semestinya Negara mencegah segala bentuk kekerasan sedini mungkin.

“Jika ada oganisasi tertentu sudah berulang kali melakukan kekerasan, sudah selayaknya kelompok itu dibubarkan melalui proses persidangan di pengadilan. Meski mungkin saja mereka lantas membikin organisasi dengan nama lain,” katanya.

Namun, lanjut pria kelahiran Sumenep Madura 5 September 1957 ini, ada tugas lain pemerintah yang lebih penting ketimbang sekadar mengawasi Ormas, yaitu mendialogkan antarkelompok masyarakat.

“Dari proses yang tanpa rekayasa itu akan terpetakan mana Ormas yang mengarah pada aksi kekerasan, mana yang ke terorisme. Pemerintah lantas bisa melibatkan Ormas tradisional seperti Muhammadiyah, NU, dan lainnya untuk berdialog dengan kelompok-kelompok radikal,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s